Punya Basis 10 Ribu Suara
Limapuluh Kota,--- Meski Bupati adalah kader Partai Golkar Limapuluh Kota, tapi Politisi Partai Golkar Yogi Nofrizal tetap optimis menangi pertarungan rebut amanah Partai Golkar untuk maju Pilkada LImapuluh Kota 27 November 2024.. Yogi baru saja mengikuti kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Sumbar, meskipun belum lolos tapi Owner Rantau Textile itu berhasil meraih suara yang cukup bagus yaitu mendekati 10 ribu. Sebagai pendatang baru di dunia politik, Yogi termasuk politisi yang layak diperhitungkan untuk kontestasi Pilkada, sebab ketokohan dan popularitasnya saat ini bisa menjadi modal besar dalam Pilkada mendatang. "Setelah Pileg kemarin banyak dorongan dari para tokoh Limapuluh Kota untuk ikut bertarung di Pilkada, saya rasa dalam dunia politik ini tidak ada yang tidak mustahil,"ujar Yogi menegaskan. Menurut Bendahara Umum Pengurus Besar Pemuda Perti ini, dari beberapa nama yang muncul saat ini di Limapuluh Kota tidak membuatnya gentar, karena pada prinsipnya keterpilihan itu tergantung dukungan masyarakat. "Saya yakin akan bisa bersaing dan saya siap untuk itu," ujar Alumni UIN Imam Bonjol ini. Yogi menilai, di era saat ini, di mana terjadinya disrupsi teknologi digital, dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengetahuan bagaimana memanfaatkan teknologi itu untuk memajukan ekonomi daerah. "Saya rasa mau tidak mau, jika kita ingin maju, memanfaatkan teknologi adalah suatu keharusan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," jelas Yogi. Yogi menjelaskan, saat ini begitu banyak orang yang hanya dari rumah saja bisa menghasilkan uang. Dan hal tersebut bisa dilakukan apabila adanya keinginan yang kuat dari pemilik kepentingan. Sementara di Limapuluh Kota sendiri, kata Yogi, memiliki potensi yang besar untuk bersaing di tengah pasar digital. "Anak-anak muda di Limapuluh Kota bisa kita berdayakan untuk itu, ibuk-ibuk yang biasanya hanya di rumah bisa kita genjot perekonomiannya," ujar Yogi. Sementara ketika ditanya bagaimana mekanisme untuk ikut bertarung di Pilkada Limapuluh Kota, Yogi hanya menjawab dengan normatif. "Saat ini kita lihat dulu dinamika politiknya, yang terpenting jika ada dorongan kita bersedia," ujarnya mengakhiri.(skt) Editor : Adrian Tuswandi, SH
