Pemberdayaan Generasi Muda di Sektor Peternakan: Kunci Kemajuan Sumatera Barat

Anggota DPRD Sumatera Barat, Ridwan Dt Tumbijo menyampaikan kreativitas dan inovasi dalam berwirausaha. (Foto: Ist)
Anggota DPRD Sumatera Barat, Ridwan Dt Tumbijo menyampaikan kreativitas dan inovasi dalam berwirausaha. (Foto: Ist)

Ia menilai bahwa kelengkapan fasilitas ini akan sangat membantu kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas serta mengurangi biaya operasional.

Pakan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi peternak. Ridwan mengungkapkan bahwa tingginya biaya pakan kerap menjadi beban besar bagi peternak ayam petelur.

"Biaya pakan sering kali mendominasi anggaran dalam budidaya ayam petelur. Untuk itu, penting bagi kelompok tani untuk mulai mengolah pakan secara mandiri," jelasnya.

Ia berharap banyak kelompok tani lain yang akan terdorong untuk mandiri dalam memproduksi pakan mereka.

Sementara itu, Walinagari Koto Malintang, Hendra Yato, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana untuk program peningkatan dan pemberdayaan kelompok tani di wilayahnya.

Namun, dana yang tersedia masih sangat terbatas, sehingga menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan yang lebih intensif.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dan bimbingan lebih lanjut bagi kelompok tani ini agar mereka dapat berkembang,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, selain pendampingan, kelompok tani juga membutuhkan bantuan dalam bentuk sarana prasarana dan peralatan pendukung lainnya untuk memastikan keberlangsungan usaha mereka.

Kelompok Tani Mandayo Farm saat ini terdiri dari 10 anggota yang semuanya adalah perempuan.

Mereka memiliki 100 ekor ayam Elba dan 200 ekor ayam kube.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini