“Pembangunan rumah sakit di daerah ini masih belum selesai. Selain itu, transportasi laut seperti ambulans belum tersedia. Untuk membawa pasien darurat ke Padang, warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp24 juta. Jumlah ini tentu sangat memberatkan masyarakat,” ungkap mantan Wakil Wali Kota Padang tersebut.
Ekos menegaskan, bersama timnya, ia telah sepakat untuk memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat Siberut Selatan, seperti penyediaan air bersih, penyelesaian fasilitas kesehatan, dan peningkatan akses transportasi laut.
“Jika kami terpilih sebagai pemimpin Sumbar, fokus utama kami adalah mengatasi persoalan ini. Air bersih, rumah sakit, dan transportasi bukan hanya kebutuhan mendesak tetapi juga hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi,” tambah Ekos.
Melalui pernyataan tersebut, Ekos Albar menunjukkan keseriusannya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Siberut Selatan.
Dengan pendekatan langsung ke masyarakat, ia berharap dapat memberikan solusi nyata bagi kebutuhan warga di Kepulauan Mentawai.Dalam upayanya menciptakan perubahan, Ekos tidak hanya mendengarkan tetapi juga berkomitmen untuk bertindak.
Dengan pendekatan strategis dan dukungan masyarakat, ia optimis dapat memberikan dampak positif bagi Siberut Selatan dan Sumatera Barat secara keseluruhan. (***)
Editor : MS
