Kritik keras juga diarahkan kepada Gubernur Mahyeldi, karena di masa jabatannya serapan APBD Sumbar selalu rendah.
"Dipenghujung kepemimpinan Gubernur Mahyeldi, kita melihat kinerja keuangan yang buruk. Jika serapan APBD rendah, dampaknya langsung terasa pada perekonomian masyarakat," ujar Nurnas.
Mengakhiri kritiknya, Nurnas berharap agar permasalahan serapan anggaran ini segera dievaluasi secara menyeluruh.
"Jika ini dibiarkan, Sumbar akan terus babak belur. APBD yang seharusnya menjadi stimulus ekonomi justru menjadi beban. Pemprov harus melakukan evaluasi besar-besaran agar masalah ini tidak terulang," tutupnya. (***) Editor : MS