Kerinci Jadi Sentra Kopi Ramah Karbon Pertama di Indonesia

Studi kelayakan dekarbonisasi rantai pasok kopi dan rempah di Kabupaten Kerinci, Jambi. (Foto: Ist)
Studi kelayakan dekarbonisasi rantai pasok kopi dan rempah di Kabupaten Kerinci, Jambi. (Foto: Ist)

Tujuan utama studi kelayakan ini adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang peran sektor pertanian kopi dan rempah dalam pengurangan emisi karbon.

Melalui pendekatan ilmiah berbasis Life Cycle Assessment (LCA), proyek ini akan memetakan sumber-sumber emisi pada setiap tahapan rantai pasok – mulai dari budidaya, pengolahan, transportasi, hingga penjualan.

Di sinilah nantinya rekomendasi konkret diberikan kepada petani agar produktivitas meningkat sementara emisi ditekan. Selain itu, hasil penelitian akan membantu merumuskan model pertanian karbon positif, di mana lahan pertanian tidak hanya menghasilkan komoditas ekonomi tetapi juga menyerap karbon dari atmosfer.

Dalam kegiatan ekspor kulit manis ke Jepang, ALKO telah menerapkan sistem traceability digital berbasis blockchain melalui aplikasi QThink-X.

Setiap batch kulit manis yang dikirim kini dilengkapi dengan kode QR unik yang berisi informasi detail tentang petani, lokasi kebun, waktu panen, proses pengeringan, serta estimasi emisi karbon yang dihasilkan.

Teknologi tersebut memungkinkan pembeli di luar negeri menelusuri jejak produk secara transparan dan memastikan bahwa kulit manis Kerinci diproduksi dari lahan bebas deforestasi serta memakai praktik ramah lingkungan. Data digital yang tercatat di blockchain menjadi dasar untuk menghitung jejak karbon (carbon footprint) secara akurat.

ALKO dan para petani anggota telah lama menerapkan sistem agroforestri alami, yaitu pola tanam campuran antara kayu manis, kopi, dan tanaman keras lain di bawah naungan pohon hutan.

Sistem ini tidak hanya menjaga ekosistem tanah, tetapi juga meningkatkan penyerapan karbon di tanah (soil carbon sequestration). Setiap pohon kayu manis dewasa di perkebunan Kerinci dapat menyerap karbon per tahunnya, menjadikan praktik ini sebagai solusi nyata mitigasi iklim.

Selain itu, ALKO tengah menguji penerapan biochar yakni arang hayati hasil pembakaran limbah organik pada suhu rendah yang mampu menyimpan karbon dalam tanah selama puluhan tahun. Kedua pendekatan ini langsung berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG) di sektor pertanian.

Langkah dekarbonisasi ini juga memperkuat posisi Kerinci di pasar global yang semakin ketat terhadap regulasi keberlanjutan.

Editor : MS
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini