Kerinci Jadi Sentra Kopi Ramah Karbon Pertama di Indonesia

Studi kelayakan dekarbonisasi rantai pasok kopi dan rempah di Kabupaten Kerinci, Jambi. (Foto: Ist)
Studi kelayakan dekarbonisasi rantai pasok kopi dan rempah di Kabupaten Kerinci, Jambi. (Foto: Ist)

Produksi ALKO telah diverifikasi melalui laporan Dimitra.io Due Diligence Report dan dinyatakan bebas deforestasi (Zero or Negligible Deforestation Risk) pada area seluas 10,17 hektare di Kabupaten Kerinci.

Kepatuhan terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR) menjadi bukti bahwa Kerinci siap bersaing di pasar dunia dengan standar keberlanjutan yang tinggi.

Jadwal Implementasi Proyek GX

Proyek GX Model dijalankan dengan tahapan yang terukur selama satu tahun:

1. September 2025: Persiapan survei lapangan dan koordinasi dengan lembaga pemerintah serta koperasi mitra.

2. Oktober–November 2025: Pelaksanaan survei lapangan di Indonesia, Papua Nugini, dan Thailand.

3. Desember 2025: Analisis rantai pasok dan penghitungan awal emisi karbon (LCA).

4. Januari–Februari 2026: Penyusunan model GX dan desain teknis proyek percontohan.

5. Maret–Mei 2026: Pelaksanaan uji coba teknologi hijau, seperti biochar, agroforestri, dan green logistics.

6. Juni–Agustus 2026: Pemantauan, penghitungan pengurangan emisi, serta penyusunan laporan hasil proyek dan rencana kelanjutan.

Dengan jadwal yang jelas ini, proyek diharapkan melahirkan model rantai pasok kopi dan rempah rendah karbon yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Editor : MS
Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Berita Terkait
Terkini