Jangan biarkan segenap ASN di Kab Solok yang sebagian ,patut diduga di non job kan secara tidak adil oleh kekuasaan terdahulu.
Mereka pasti merasa tidak hanya kehilangan karir mereka dan bahkan bisa merasa kehilangan harapan mereka atas persyaratan yang dibuat Pansel.
Kehilangan harapan tentu jauh lebih buruk dari sekedar kehilangan karir .
Dan itu tidak hanya merugikan pegawai itu sendiri tapi juga kerugian bagi Pemerintah dan kerugian bagi masyarakat yang telah membiayai pembinaan SDM pegawai selama ini dari pajak dan retribusi yang dibayarkan.
Mudah mudahan respon dari bapak bisa menjawab kontroversi ini semua.
Walaupun seorang wartawan paling Vokal di Kabupaten bernama Iwan Syukri Tanjung entah serius entah berkelakar memberi jawaban kepada saya seperti ini:"mantan mantan pegawai pegawai eselon 3 di Kab Solok dipangkas hak nya untuk ikut seleksi sebagai pejabat eselon 2 diperkirakan karena tidak punya uang" katanya sambil terkekeh.
"Kalau sudah hitungan tahun non Job mana lagi mereka punya uang" timpalnya lagi.
Lalu saya timpali, "untuk dapat jabatan tidak perlu pakai uang " kata saya tegas.
Iwan Syukri hanya tersenyum mendengar penegasan saya.
Editor : Editor