Selain proyek yang telah selesai, Zigo juga memaparkan sejumlah pembangunan strategis lain yang tengah dan akan dilaksanakan. Salah satunya pembangunan jalan Air Dingin dengan nilai kontrak sekitar Rp220 miliar.
“Pemenang tender sudah ditetapkan pada 16 Desember lalu. Saat ini peralatan sudah mulai dimobilisasi dan pekerjaannya direncanakan berlangsung selama dua tahun anggaran,” jelasnya.
Ia juga menyebut pembangunan dua jembatan dengan total anggaran sekitar Rp293 miliar, yakni Jembatan Pisau Hilang di Surian yang telah rampung, serta Jembatan Air Dingin yang sempat mengalami keterlambatan.
Tak hanya itu, Zigo Rolanda juga memperjuangkan anggaran penerangan jalan nasional, khususnya di kawasan pinggir danau yang menjadi destinasi unggulan Sumatera Barat.
“Danau Kembar dan Alahan Panjang adalah primadona wisata Sumbar. Akses jalan dan penerangannya harus representatif agar kawasan ini semakin dikenal dan nyaman dikunjungi,” ujar Zigo.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menegaskan bahwa program Inpres yang diperjuangkan tersebut telah melalui proses pembahasan lintas kementerian.
“Program ini dibahas di Kementerian Keuangan, kemudian dimatangkan dan difinalisasi di DPR RI,” katanya.Wakil Bupati Solok, H. Chandra, turut menyampaikan apresiasi atas peran Zigo Rolanda dalam mengawal pembangunan infrastruktur di daerahnya.
“Kami berterima kasih kepada Pak Zigo Rolanda dan jajaran Balai Jalan. Pada tahun 2025, Kabupaten Solok mendapatkan dua program Inpres Jalan Daerah dengan total anggaran sekitar Rp22 miliar,” ujarnya.
Ia berharap, pembangunan infrastruktur yang terus dikawal Zigo Rolanda dapat memperkuat konektivitas wilayah, mengembangkan sektor pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok. (***)
Editor : Editor