Ia mengatakan belajar dari kondisi Faliq, para orangtua dan para guru mesti meningkatkan kewaspadaan. Semua pihak mesti memahami bahwa efek merusak seperti dampak dari penyalahgunaan narkoba bisa didapat dari benda keseharian.
"Menghisap lem, mengonsumsi obat batuk dan obat pereda nyeri dalam jumlah banyak itu efeknya sama dengan mengonsumsi narkoba. Ini sangat merusak mental dan kejiwaan. Mari kita awasi bersama anak-anak dan orang-orangnya sekitar kita," katanya lagi.
Ketua YPJI, Syafrizal mengatakan kasus gangguan kejiwaan dengan kebiasaan mencuri sebelumnya sempat pula ditangani YPJI. Salah satunya pasien bernama Rival. Ia juga mencuri barang-barang keluarga dan orang sekitar, namun berbeda dengan Faliq, Rival tidak menjual hasil curiannya.
Rival mengonsumsi narkoba. Sekarang Rival telah menunjukkan kondisi yang semakin membaik, telah lepas dari narkoba, memperlihatkan perilaku baik, tidak lagi mencuri, bahkan rajin beribadah. Diharapkan nantinya Faliq juga bisa sembuh di YPJI.Di YPJI yang berlokasi di Gunung Sarik Padang, berupaya optimal dalam pengobatan pasien, baik itu pecandu narkoba dan ODGJ.
Editor : MS