Andre Rosiade menilai tantangan terbesar Sumatera Barat saat ini bukan hanya persoalan kebencanaan, tetapi juga kondisi ekonomi daerah yang membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya sekitar 3 persen, sementara inflasi mencapai 6 persen. Artinya daya beli masyarakat semakin tertekan. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” kata Ketua DPD Gerindra Sumbar.
Andre juga mengingatkan pentingnya menghentikan praktik pencitraan dan mendorong langkah konkret pembangunan daerah, terutama dalam menghadirkan investasi dan membuka lapangan kerja baru. “Hentikan pencitraan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur dan masuknya investasi ke Sumatera Barat,” tegasnya.
Ia menilai minimnya lapangan kerja menjadi salah satu penyebab banyak lulusan perguruan tinggi memilih merantau ke luar daerah. “Ini pekerjaan rumah kita bersama. Kepala daerah harus bangun dari kelalaian. Mari bekerja serius membangun Sumatera Barat secara nyata,” ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.Andre berharap penghargaan dari JPS menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat kebangkitan ekonomi serta pembangunan Sumatra Barat ke depan. (*)
Editor : MS
