Pariwisata Sumatera Barat: Kaya Potensi, Lemah Eksekusi

Irdam Imran, Pemerhati sosial dan politik. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Pemerhati sosial dan politik. (Foto: Ist)

promosi gencar, tetapi tidak terintegrasi.

Lebih jauh, sektor swasta yang seharusnya menjadi motor investasi sering kali belum mendapat ruang yang cukup kondusif. Bukan karena tidak tertarik, tetapi karena ekosistemnya belum memberi kepastian: regulasi yang belum stabil, koordinasi yang lemah, dan absennya narasi besar yang menyatukan arah.

Padahal, tanpa keterlibatan serius pelaku bisnis nasional dan global, pariwisata hanya akan berjalan di tempat hidup, tetapi tidak tumbuh.

Yang dibutuhkan Sumatera Barat hari ini bukan sekadar program.

Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan kolaboratif.

Pemerintah daerah perlu keluar dari ego sektoral. Pemerintah pusat harus konsisten dalam kebijakan dan dukungan anggaran. Para Senator harus memainkan perannya secara lebih strategis. Dan pelaku usaha harus diberikan ruang yang jelas untuk berinvestasi dan berkembang.

Tanpa itu semua, kita hanya akan terus mengulang narasi lama: Sumatera Barat punya potensi besar.

Padahal, dunia tidak menunggu potensi. Dunia merespons eksekusi.

Pariwisata, jika dikelola dengan serius, adalah sektor dengan efek ganda yang nyata. Ia menghidupkan UMKM, menggerakkan ekonomi nagari, membuka lapangan kerja, dan memberi harapan bagi generasi muda.

Namun jika dikelola setengah hati, ia hanya akan menjadi panggung sesaat—ramai di permukaan, kosong di kedalaman.

Editor : Editor
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari Buruh
Bagikan

Berita Terkait
Terkini