Jakarta, - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai pelaksana kerja sama perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura.
Penegasan ini disampaikan dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Pertemuan tahunan atau Leaders’ Retreat kedua negara menghasilkan total 26 nota kesepahaman (MoU), yang terdiri dari 18 kesepakatan antarpemerintah dan delapan kerja sama antarbisnis di berbagai sektor strategis.
“Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk melaksanakan implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, serta kegiatan perdagangan terkait selanjutnya,” ujar Presiden Prabowo.
Penunjukan ini bertujuan mewujudkan proyek perdagangan listrik komersial berkapasitas minimal 3,4 giga watt (GW) mulai tahun 2035.
Langkah ini sekaligus mendorong investasi kedua negara serta memaksimalkan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Indonesia.Proyek besar ini sebelumnya telah diumumkan dalam pertemuan pemimpin kedua negara pada tahun lalu.
Selain sektor energi, kesepakatan juga mencakup kolaborasi di bidang ekonomi digital, ekosistem dan keamanan siber, ketahanan pangan dan rantai pasok, keamanan, konektivitas, pariwisata, pendidikan, serta kepemudaan.
“Kerja sama yang baik ini tidak hanya menguntungkan rakyat Indonesia dan Singapura, tetapi juga berkontribusi bagi stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran seluruh kawasan Asia Tenggara,” tambah Prabowo.
Kunjungan resmi Perdana Menteri Lawrence Wong ke Istana Merdeka menjadi momen pembahasan mendalam mengenai berbagai isu bilateral, regional, hingga isu global yang menjadi perhatian bersama. (***)
Editor : Editor
