Calon Presidium MW KAHMI Sumbar: Bangun Data Digital dan Kemandirian Ekonomi Alumni

Yofialdi saat menyampaikan visi-misi dan 5 pilar strategis kemajuan KAHMI Sumbar di hadapan tim seleksi. (Foto: Ist)
Yofialdi saat menyampaikan visi-misi dan 5 pilar strategis kemajuan KAHMI Sumbar di hadapan tim seleksi. (Foto: Ist)

Pilar strategis ketiga, program kerjanya yakni pembangunan sistem informasi terpadu (Satu KAHMI Sumbar), SOP manajemen kompetensi organisasi dan KAHMI strategic partnership.

Sasaran pilar strategis ketiga ini, target yang akan dicapai yakni terwujudnya 80 persen integrasi data dalam platform Satu KAHMI Sumbar, implementasi manajemen kompetensi di 5 cabang serta pencapaian 10 kemitraan strategis di tingkat provinsi dan nasisonal.

Pilar strategis keempat; think tank kebijakan publik dan advokasi sosial kemasyarakatan dengan program kerja KAHMI Institute Sumbar sebagai lembaga kajian strategis, LBH KAHMI Sumbar dan KAHMI Peduli Bencana dan Lingkungan.

Target yang akan dicapai untuk sasaran strategis keempat ini yakni terbitnya 6 dokumen rekomendasi kebijakan strategis untuk pemerintah daerah dan DPRD per tahun, melakukan advokasi hukum pada 12 kasus masyarakat marjinal dan waktu respon KAHMI Peduli sewaktu terjadinya bencana kurang dari 24 jam.

Pilar strategis kelima yakni internalisasi nilai keislaman, kebangsaan dan kelestarian budaya Minangkabau dengan program kerja inisiasi dialog berkala antar-Ormas, madrasah kebudayaan dan kewargaan digital serta cultural preservation dan digitalization project.

Tolak ukur kinerjanya nanti yakni penyelenggaraan forum silaturahmi ummat secara konsisten setiap tahun, terbitnya karya digital edukatif dan terukurnya indeks kepuasan internal dan eksternal terhadap peran KAHMI berkategori sangat baik.

Berubahnya Kebutuhan Dunia Kerja

Dalam paparannya, Dewan Pakar MW KAHMI Sumbar ini menjelaskan pentingnya revitalisasi kantor sekretariat pengurus cabang sebagai ruang inkubasi.

Menurutnya, revitalisasi ini dalam kerangka menjawab perubahan dunia kerja yang sangat cepat di era teknologi informasi. Target yang ingin dicapainya dari revitalisasi sekretariat, jadi co-working space bagi semua kader.

“Dunia kerja hari ini tidak lagi memandang titel kesarjanaan. Melainkan, sudah bergesar pada kompetensi yang dimiliki. Karenanya, fungsi wisma HMI harus terus bertumbuh seiring perubahan kebutuhan dunia kerja yang cepat dan dinamis,” terang Yofialdi.

Co-working space adalah ruang kerja bersama yang digunakan oleh individu, freelancer atau karyawan. Tempat ini dirancang untuk mendukung kolaborasi dan fleksibilitas, dengan memfasilitasi pengguna untuk berbagi fasilitas kantor.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Pernikahan
Bagikan

Berita Terkait
Terkini