Di mata bendahara umum HIPKA Sumbar ini, keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja hari ini dari seorang calon tenaga kerja di antaranya kemampuan calon tenaga kerja dalam memetakan model usaha (melakukan business model canvas-red).
Kemudian, kecakapan dalam melakukan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) yang merupakan metode manajemen empat tahap yang berfokus pada pengendalian dan peningkatan proses secara berkesinambungan.
“KAHMI mesti mengambil peran sebagai bisnis incubator sekaligus melakukan proses mentoring bagi kadernya,” terang Yofialdi yang juga bendahara pada organisasi pemilik media pers, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumbar 2026-2031.
Terbentuknya holding bisnis atau koperasi berbasis syariah, ungkap Yofialdi, merupakan indikator yang akan dijadikan tolak ukuran keberhasilan revitalisasi wisma HMI ini.“Sebagai organisasi yang bernafaskan keislaman, sudah jadi kewajiban bagi setiap kadernya untuk mengimplementasikan nilai-nilai keislaman di tanah Minang yang berlandaskan adat dan syarak,” terang Yofialdi.
“Terlebih, semangat menghidupkan konsep syariah, juga jadi visinya pemerintahan provinsi Sumbar dan kabupeten/kota,” tutup Yofialdi yang menegaskan visi misinya itu dibalut nilai (value) FAST (Fathonah, Amanah, Shiddiq dan Tabligh). (***)
Editor : Editor
