Padang Sempurnakan Dokumen Menuju UNESCO City of Gastronomy

Ketua PJKIP Kota Padang Yuliadi Chandra saat menyampaikan pandangan strategis mendukung upaya Padang meraih pengakuan UNESCO City of Gastronomy. (Foto: Ist)
Ketua PJKIP Kota Padang Yuliadi Chandra saat menyampaikan pandangan strategis mendukung upaya Padang meraih pengakuan UNESCO City of Gastronomy. (Foto: Ist)

Padang, - Pemerintah Kota Padang terus mematangkan berbagai persyaratan untuk bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy.

Langkah strategis ini bertujuan memperkuat pengakuan internasional atas kekayaan kuliner Minangkabau sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya daerah.

Saat ini, Pemkot Padang bersama unsur Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media (ABCGM) tengah menyempurnakan dokumen nominasi atau dossier sebagai syarat utama pengajuan ke UNESCO.

Penyusunan dilakukan secara kolaboratif agar mampu menampilkan keunikan gastronomi Padang secara utuh dan komprehensif.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Yuliadi Chandra menegaskan media memiliki peran vital dalam mendukung upaya ini.

“Pengajuan Padang bukan sekadar soal rasa kuliner yang lezat, melainkan bagaimana identitas budaya, sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Minangkabau dihargai dunia. Media bertugas menyampaikan informasi akurat, edukatif, serta membangun optimisme masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yuliadi, keterbukaan informasi publik menjadi kunci keberhasilan. Masyarakat berhak mengetahui setiap tahapan agar dapat berpartisipasi aktif.

“Keterbukaan memperkuat kepercayaan. Saat masyarakat paham prosesnya, mereka akan merasa memiliki dan ikut menjaga warisan kuliner serta budaya yang menjadi kekuatan utama kita,” tambahnya.

Pengakuan sebagai Kota Gastronomi dunia akan membawa dampak luas bagi ekonomi daerah, terutama pelaku UMKM kuliner, industri kreatif, dan pariwisata.

“Jika diterima, peluang promosi kuliner Minang terbuka lebar secara global. Tak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tapi juga memperkuat daya saing produk lokal, membuka lapangan kerja, dan menaikkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Yuliadi.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini