Pidato Kenegaraan Prabowo: Dony Oskaria dan Danantara di Balik Transformasi Besar BUMN

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah BUMN mencatat lonjakan laba yang signifikan sepanjang semester pertama 2026. PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba bersih 408,9 persen.

PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen. Pertamina tumbuh 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN naik 54,4 persen.

Salah satu contoh yang disampaikan Presiden adalah kebangkitan PT Timah. Setelah pemerintah menertibkan sekitar 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025, kinerja perusahaan itu melonjak tajam.

Dalam enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Timah meningkat 804,7 persen. Valuasi perusahaan pun naik hingga 280 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Transformasi juga terjadi di sektor penerbangan. Garuda Indonesia yang sebelumnya menghadapi tantangan berat berhasil mengaktifkan kembali 20 pesawat yang sempat tidak beroperasi. Hingga Juni 2026, total 104 armada kembali melayani penerbangan.

Tak hanya meningkatkan keuntungan perusahaan, reformasi BUMN juga berdampak langsung pada penerimaan negara. Laba BUMN yang pada 2024 tercatat Rp186 triliun meningkat menjadi Rp326 triliun pada 2025.

Dividen yang disetorkan kepada negara melonjak dari Rp85,5 triliun menjadi Rp142,3 triliun.

Pada 2026, pemerintah memproyeksikan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN). Angka tersebut menunjukkan kontribusi perusahaan negara terhadap APBN semakin besar.

Prabowo menegaskan keuntungan yang diperoleh BUMN tidak berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan.

Dana tersebut digunakan untuk mempercepat program hilirisasi nasional, pembangunan industri strategis, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Editor : Editor
PWI Sumbar 2PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini