Pertumbuhan Ekonomi Sumbar: Kepemimpinan dan Bencana sebagai Ujian

Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan. (Foto: Ist)

Oleh: Irdam Imran, Mantan Birokrat Parlemen Senayan

Sumatera Barat bukan daerah yang miskin potensi. Provinsi ini memiliki kekayaan pertanian, perkebunan, kelautan, pariwisata, budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, serta jaringan perantau yang tersebar di berbagai daerah dan negara. Namun, kekayaan potensi tersebut belum otomatis menjelma menjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan.

Pertanyaan penting bagi Sumatera Barat hari ini bukan lagi apakah daerah ini memiliki modal untuk tumbuh, tetapi apakah kepemimpinan daerah mampu mengubah potensi menjadi produktivitas dan kesejahteraan?

Pertumbuhan ekonomi tidak cukup dibangun melalui peningkatan belanja pemerintah. Ia membutuhkan investasi produktif, peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, kepastian hukum, infrastruktur, inovasi, serta tata kelola pemerintahan yang efektif.

Karena itu, kepemimpinan daerah menjadi salah satu faktor penting.

Kepemimpinan ekonomi bukan sekadar kemampuan tampil di ruang publik atau membuat banyak program. Kepemimpinan ekonomi adalah kemampuan menentukan prioritas pembangunan, menyederhanakan birokrasi, menarik investasi, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan pariwisata, dan menghubungkan produksi masyarakat dengan pasar.

Sumatera Barat membutuhkan kepemimpinan yang mampu berpikir melampaui siklus politik lima tahunan.

Pertanian, misalnya, tidak boleh berhenti sebagai sektor yang menghasilkan bahan mentah. Sawit, gambir, kopi, kakao, hortikultura, perikanan dan berbagai komoditas unggulan Sumbar harus masuk ke dalam ekosistem hilirisasi. Petani jangan hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi ikut menikmati nilai tambah dari proses pengolahan dan pemasaran.

Begitu pula dengan pariwisata. Sumatera Barat memiliki Jam Gadang, Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Danau Singkarak, Mandeh, Mentawai, Lembah Harau, budaya Minangkabau dan kuliner yang telah dikenal luas.

Tetapi ukuran keberhasilan pariwisata bukan sekadar jumlah wisatawan yang datang. Ukuran yang lebih penting adalah berapa lama wisatawan tinggal, berapa banyak uang yang dibelanjakan, dan seberapa besar masyarakat lokal menikmati perputaran ekonomi tersebut.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini