Yang bergerak adalah gotong royong.
Yang bergerak adalah rasa persaudaraan.
Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk demokrasi elektoral yang sering membuat kita lupa pada sesama, diplomasi rendang mengajarkan sesuatu yang sangat sederhana:
Bangsa yang besar bukan bangsa yang paling banyak berbicara tentang persatuan, tetapi bangsa yang hadir ketika saudaranya sedang menderita.
Hari ini NTT membutuhkan bantuan.Sumatera Barat menjawab dengan rendang.
Besok, ketika daerah lain memanggil, semoga seluruh Indonesia kembali menjawab dengan bahasa yang sama:
hadir, peduli dan berbagi. (***)
Editor : Editor