Konsep tersebut juga menawarkanpembentukanDana Abadi Kota Digital. Prinsipnya, dana pokok dijaga dan hasil pengembangannyadapat digunakan untuk mendukung operasional, pengembangan teknologi, inovasidaerah, audit, dan pemeliharaan sistem. Target dana abadi yang dirancangmencapaiRp10 miliar.
Partisipasi alumni dirancang dalam beberapa tingkatansehingga kontribusi dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Skema yang dirancangantara lain Founding Patron, Gold Contributor, Silver Contributor, dan Community Contributor.
Dengan pendekatan tersebut, kontribusi alumni tidak semata-matadipandang sebagai donasi, tetapi sebagai investasi sosial untuk keberlanjutankota.
Transparansi sejak awal
Keberlanjutan juga membutuhkan kepercayaan. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas ditempatkan sebagai bagian daridesain program.
Penggunaan dana, perkembangan pekerjaan, kontrak, hinggadampak program dirancang agar dapatdipantau dan diaudit.Pada tahap awal, konsep MVP diperkirakan membutuhkan pendanaan Rp3,55 miliar, mencakup pengembangan sistem, integrasi data, layananpublik, database UMKM, AI, infrastruktur, keamanan, pelatihan, dan implementasi.
Namun, bagi penggagasnya, ukurankeberhasilan bukan semata-mata seberapa besar teknologi yang berhasil dibangun.
Yang lebih penting adalah apakah masyarakat semakin mampu menyampaikan persoalan, pemerintah semakin mampu memahami persoalantersebut, dan berbagai pihakdapatbersama-sama menghasilkan solusi.
Pada akhirnya, gagasan ini ingin membangunsistem yang dapatterus belajar, bukan sistem yang selesai ketika proyek berakhir.
Editor : Editor