Menggagas Kota Yang Belajar Dari Masyarakatnya

Zukra Budi Utama. (Foto: Ist)
Zukra Budi Utama. (Foto: Ist)

Dengan demikian, persoalan yang ditemukanwarga tidak berhenti sebagai keluhan.

Masalah menjadi pengetahuan. Pengetahuan menjadi logika. Logika menjadi keputusan. Dan keputusan menjadi tindakan.

Inilah inti gagasan tentang kota yang belajar.

Teknologi sebagai penghubung

Konsep tersebutmencakupidentitas digital warga, layananpublikterintegrasi, AI Government Assistant, database UMKM dan ekonomirakyat, dashboardkepaladaerah, serta forum inovasikota. Seluruhnyadirancang sebagai bagian darisatuekosistem, bukan sekadarkumpulan aplikasi.

Kecerdasanbuatan juga diarahkan untuk membantu masyarakatmemperoleh informasi layananpublik dan membantu pemerintah membaca berbagai indikatorpembangunan. Data kependudukan, ekonomi, UMKM, PAD, pengangguran, kemiskinan, sertakinerjapelayanandapat menjadi bagian dari dasar pengambilankeputusan.

Di sektorekonomirakyat, platform dirancang untuk mendukung database UMKM dan koperasi, marketplace produk lokal, sertaEconomic Intelligence Dashboard. Dengan demikian, digitalisasi diarahkan bukan hanya untuk mempercepatadministrasi, tetapi juga memperkuat kemampuan kota memahami dan mengembangkan ekonomimasyarakatnya.

Alumni: daridonasi menjadi gerakan

Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalahmelibatkan alumni sebagai kekuatan pendanaan sekaligus bagian darigerakanjangkapanjang.

Melalui Gerakan 100 Alumni Pendiri, alumni diajak tidak hanya menjadi penyumbang dana, tetapi menjadi bagian dariupayamembangunsesuatu yang dapatdiwariskan kepada masyarakat.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini