Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, masjid dan berbagai amal usaha Muhammadiyah merupakan aset yang tidak lahir dalam sehari. Ia dibangun melalui sejarah panjang pelayanan sosial dan pendidikan.
Karena itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana modal kepercayaan tersebut dikembangkan menjadi modal ketangguhan bangsa.
Bencana tidak mengenal perbedaan politik.
Banjir tidak bertanya siapa pilihan politik seseorang.
Gempa tidak mengenal identitas organisasi.
Dalam situasi bencana, semua sekat sosial menjadi kecil di hadapan kebutuhan manusia untuk diselamatkan.Karena itu pula, kerja kemanusiaan membutuhkan kolaborasi.
Pemerintah, Muhammadiyah, PMI, dunia usaha, perguruan tinggi, media, komunitas, relawan dan masyarakat harus dapat bergerak dalam satu orkestrasi kemanusiaan.
Rakernas MDMC yang dibuka dengan sambutan Ketua LRB-MDMC PP Muhammadiyah H. Budi Setiawan, pidato Menko PMK Pratikno, serta amanah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, kemudian ditutup oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang juga Ketua PMI, memberikan pesan bahwa penanggulangan bencana merupakan agenda bersama.
Resonansi dari Yogyakarta
Dari Yogyakarta, ada satu pesan yang layak dibawa pulang:
Editor : Editor