IN MEMORIAM H. BACHTIAR CHAMSYAH: Jejak Pengabdian, Kenangan Reformasi 1998, dan Politik sebagai Amanah

Almarhum H. Bachtiar Chamsyah, tokoh politik, anggota DPR RI, Menteri Sosial. (Foto: Ist)
Almarhum H. Bachtiar Chamsyah, tokoh politik, anggota DPR RI, Menteri Sosial. (Foto: Ist)

Dua puluh delapan tahun kemudian, ketika saya mengenang kembali masa itu, saya semakin menyadari bahwa Reformasi 1998 bukan hanya tentang pergantian seorang Presiden.

Reformasi adalah momentum untuk mempertanyakan kembali bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan dalam negara berdasarkan konstitusi.

Karena itu, kepergian Bachtiar Chamsyah membawa saya kembali kepada kenangan tersebut.

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan sejarah: manusia yang berada di dalamnya mungkin berganti, tetapi persoalan konstitusional yang mereka hadapi dapat kembali muncul dalam bentuk yang berbeda.

Dari era pertanggungjawaban Presiden Soeharto pada 1998, Indonesia kemudian memasuki era perubahan UUD 1945, demokrasi elektoral, pemilihan Presiden secara langsung, dan politik multipartai.

Setiap zaman memiliki persoalan sendiri.

Dan setiap generasi politik meninggalkan pelajaran bagi generasi berikutnya.

Bachtiar Chamsyah kemudian melanjutkan perjalanan politiknya. Ia dipercaya menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia selama beberapa periode pemerintahan. Medan pengabdiannya bersentuhan langsung dengan persoalan kesejahteraan sosial, kemiskinan, bencana, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan kehadiran negara.

Di situlah saya melihat kesinambungan antara politik dan kemanusiaan.

Politik pada akhirnya tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan. Politik harus kembali kepada tujuan bernegara: menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi rakyat.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini