Padang, - Kualitas udara Kota Padang kian memburuk dan terasa mencekik, namun ribuan siswa SD hingga SMP masih menjalankan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang dinilai lamban dan menunggu terus kini menuai kritik tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang.
Hingga Rabu (8/10/2026), aktivitas belajar di sekolah masih berlangsung padahal tingkat polusi udara sudah berada pada ambang batas yang mengkhawatirkan bagi kesehatan, khususnya anak-anak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, angkat suara tegas menanggapi situasi ini.
Ia mengingatkan janji resmi Wali Kota Padang yang disampaikan dalam Rapat Paripurna: jika kualitas udara dinilai tidak layak oleh pihak berwenang, Pemko akan segera mengambil langkah darurat melindungi warga.
"Waktu itu sudah dijawab Wali Kota, kalau udara tidak layak, pasti ada tindakan penyelamatan. Tapi realitanya berbeda," tegas Buya Iskandar.Kepanikan para orang tua semakin meningkat melihat kabut asap makin pekat.
Menanggapi hal tersebut, Buya mengungkapkan skenario darurat yang sedang disiapkan: jika kondisi udara belum membaik hingga sore ini, maka pembelajaran jarak jauh atau BJJ kemungkinan besar akan berlaku mulai besok.
"Informasinya, kalau sampai sore ini masih buruk, besok siswa akan BJJ," ungkapnya.
Buya Iskandar telah secara khusus mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang untuk bertindak tegas tanpa menunggu ada korban dari kalangan pelajar.
Editor : Editor