Produk Sulaman Kapalo Samek diharapkan dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari Sumatera Barat, Jakarta, hingga pasar nasional dan internasional.
“Kita ingin produk dari Pasia Baru ini dikenal bukan hanya di Padang Pariaman. Kita ingin Sulaman Kapalo Samek bisa masuk Jakarta, dikenal secara nasional, dan kalau desain serta kualitasnya terus kita tingkatkan, tidak tertutup kemungkinan menembus pasar dunia,” ungkap Nita.
Diperkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual
Sejalan dengan upaya meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat identitas produk, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga tengah mendorong perlindungan Sulaman Kapalo Samek melalui rezim Kekayaan Intelektual, khususnya Indikasi Geografis.
Langkah ini penting karena reputasi dan karakter Sulaman Kapalo Samek memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat dan wilayah Pasia Baru.
Keahlian menyulam yang diwariskan antargenerasi, teknik pengerjaan manual, karakter motif, serta lingkungan sosial budaya masyarakat menjadi bagian penting yang membentuk identitas produk tersebut.Jika proses perlindungan Indikasi Geografis dapat diwujudkan, maka nama dan reputasi Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru akan memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat. Di sisi lain, standar mutu, keaslian produk, serta nilai tambah ekonomi bagi pengrajin juga dapat terus diperkuat.
Pemerintah daerah berharap perlindungan tersebut nantinya tidak hanya menjadi instrumen hukum, tetapi juga menjadi brand identity yang memperkuat posisi Sulaman Kapalo Samek di pasar.
Dengan demikian, upaya yang dilakukan tidak berhenti pada pelestarian budaya, tetapi bergerak lebih jauh menuju hilirisasi budaya menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Melestarikan Tradisi, Menciptakan Masa Depan
Editor : MS