Lebih lanjut, ia mendorong para guru fisika untuk berinovasi dan merumuskan metode pembelajaran yang menyenangkan serta adaptif.
Fisika tidak boleh lagi dipandang sebagai momok menakutkan penuh rumus rumit, melainkan sebuah ilmu terapan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
"Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi nyata yang memberikan manfaat. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan dan mampu membangun kepercayaan diri siswa untuk berani mencoba hal baru," tegas Muhidi menambahkan.
Menurut Muhidi, untuk melakukan lompatan besar di sektor pendidikan, diperlukan keberanian dari seluruh elemen pendidik untuk bersinergi dan berkontribusi secara konkret.
Kebijakan politik anggaran dan legislasi di tingkat daerah pun diarahkan agar berpihak sepenuhnya pada peningkatan mutu sekolah serta kesejahteraan para guru.
"Pengalaman hidup mengajarkan saya bahwa jika kita ingin benar-benar membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat luas, kita harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Lewat kursi parlemen inilah, komitmen pendidikan ini kami perjuangkan secara regulasi," kata alumnus IKIP Padang tersebut.
Agenda strategis ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi solid antara Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat bersama Departemen Fisika FMIPA UNP.Sinergi ini sengaja dibangun sebagai wadah resmi bagi para guru untuk saling berbagi teknik mengajar efektif di kelas serta memperkuat kompetensi pedagogik mereka.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Tercatat sebanyak 200 guru fisika tingkat SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat berpartisipasi aktif.
Guna menjangkau wilayah yang luas, panitia mengombinasikan sistem pelaksanaan secara hibrida, yakni tatap muka langsung (luring) di aula dan sebagian lainnya terhubung melalui ruang virtual (daring).
Editor : Editor