Kedua, memperkuat sistem database dan komunikasi alumni lintas angkatan, wilayah dan profesi, agar potensi besar alumni dapat terhubung secara produktif. Tidak masanya lagi mendikotomikan senioritas, jurusan maupun angkatan, termasuk isyu khas Aia Tawa versus Limau Manis.
Ketiga, membangun program kolaborasi alumni dengan Fakultas Teknik Universitas Andalas, khususnya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, beasiswa, mentoring, magang, penelitian, dan penyerapan tenaga kerja.
Keempat, memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah dan nasional melalui keahlian, jejaring profesional, kewirausahaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Sudah saatnya komponen KATUA ikut menentukan arah berbangsa dan bernegara secara kelembagaan.
Kelima, membangun tata kelola organisasi yang modern, transparan, inklusif, dan berkelanjutan sehingga KATUA tidak bergantung pada figur tertentu, tetapi tumbuh sebagai institusi yang kuat dan berkemajuan merata diberbagai korwil.
Kongres V: Momentum Meneguhkan Masa Depan
Kongres V l hendaknya menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus konsolidasi besar organisasi. Tidak ada organisasi besar yang dibangun oleh satu atau dua orang. KATUA adalah hasil kerja kolektif, proses panjang, dan pengabdian banyak generasi.
Karena itu, kepemimpinan ke depan harus mampu merangkul seluruh potensi tersebut. KATUA membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menjaga soliditas internal, tetapi juga memiliki visi, keberanian melakukan pembaruan, dan kemampuan membangun kolaborasi strategis.
Kekuatan terbesar KATUA sesungguhnya terletak pada modal sosial dan intelektual alumninya. Modal tersebut sangat besar, tetapi hanya akan memberikan manfaat apabila ditangan yang tepat mengelola organisasi dengan visi bersama dan semangat gotong royong.Pada akhirnya, sejarah bukan untuk membanggakan masa lalu, melainkan menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. KATUA harus mampu menjaga persaudaraan, menghormati para pendahulu, memberikan ruang bagi generasi muda, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kampus dan masyarakat.
KATUA tidak boleh berhenti sebagai cerita tentang kebersamaan para alumni. KATUA harus tumbuh menjadi kekuatan kolektif yang memberikan kontribusi bagi kemajuan almamater, Sumatera Barat, dan Indonesia.
Di tangan Alif Usman Amin, Defrizal, Muchdian Muchlis dan Rafli Yandra sebagai kandidat Ketua yang telah mendaftar, amanah tertumpang. Meski masih harus melalui serangkaian proses administrasi pemilihan, namun diyakini siapapun dari mereka yang terpilih adalah figur terbaik untuk memimpin kapal besar 'tukang insinyur' terbaik dari ranah.
Editor : Editor