Ia menjelaskan, ekonomi kreatif tidak sekadar kegiatan UMKM, tetapi juga membutuhkan sentuhan kreativitas, inovasi, nilai tambah serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pengembangannya juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media dan komunitas.
Sementara itu, Yesi Endriani mengatakan Kota Bukittinggi memiliki potensi ekonomi yang sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Bukittinggi ini hidup dari ekonomi kreatif. Dengan adanya pariwisata, tumbuh pula ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari penggerak perekonomian kota ini,” ujar Yesi. Editor : MS