Dari Sinergi Rantau dan Ranah Menuju Kemandirian Ekonomi Nagari

Irdam Imran, Pengamat Politik dan Konstitusi. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Pengamat Politik dan Konstitusi. (Foto: Ist)

BUMNagari dapat dikembangkan sebagai Nagari Investment Hub, yaitu pusat pengembangan peluang usaha yang mempertemukan investor dari rantau dan ranah dengan potensi ekonomi lokal.

Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, industri rumah tangga, dan ekonomi kreatif dapat menjadi sektor investasi sesuai karakter masing-masing nagari.

Pengelolanya harus memiliki kompetensi manajerial dan integritas moral. Rekrutmen tidak boleh didasarkan pada kedekatan keluarga, kepentingan kelompok, ataupun transaksi politik lokal, tetapi pada kemampuan dan tanggung jawab.

Setiap investasi harus memiliki perencanaan bisnis yang layak, kepastian hukum, pembukuan tertib, pembagian keuntungan yang jelas, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi yang dapat diakses masyarakat.

Transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kultur kelembagaan. Kejujuran bukan hanya slogan, melainkan etika dalam setiap keputusan bisnis. Profesionalitas bukan sekadar jabatan, melainkan kemampuan mempertanggungjawabkan hasil pengelolaan usaha.

Dengan demikian, BUMNagari tidak hanya mengelola uang dan aset, tetapi juga menjaga amanah. Tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, penguatan UMKM, dan kontribusi terhadap pendapatan asli nagari.

Kembali ke Surau dan Kembali ke Lapau

Pembangunan ekonomi nagari juga perlu berpijak pada kekuatan sosial dan spiritual masyarakat Minangkabau.

Surau merupakan pusat pembentukan tauhid, ilmu, dan akhlak. Sementara lapau menjadi ruang silaturahmi, pertukaran informasi, diskusi, dan komunikasi ekonomi masyarakat.

Filosofi Kembali ke Surau dan Kembali ke Lapau dapat diterjemahkan sebagai upaya menyatukan pembangunan karakter dengan pemberdayaan ekonomi.

Pembangunan tanpa integritas dapat melahirkan penyimpangan. Sebaliknya, semangat keagamaan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini