Dari Sinergi Rantau dan Ranah Menuju Kemandirian Ekonomi Nagari

Irdam Imran, Pengamat Politik dan Konstitusi. (Foto: Ist)
Irdam Imran, Pengamat Politik dan Konstitusi. (Foto: Ist)

Nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah mengandung pesan bahwa pengelolaan kekayaan dan sumber daya harus berlandaskan tanggung jawab moral, keadilan, serta kemaslahatan bersama.

Al-Qur'an dalam Surah Al-Hasyr ayat 7 mengingatkan agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya. Prinsip tersebut relevan dengan upaya memastikan pertumbuhan ekonomi nagari dapat dinikmati masyarakat luas.

Agam sebagai laboratorium pembangunan

Apabila Agam berhasil menjadi proyek percontohan, model tersebut dapat dikembangkan ke nagari-nagari lain di Sumatera Barat. Namun, penerapannya tidak harus seragam karena setiap nagari memiliki potensi dan karakter ekonomi berbeda.

Nagari pertanian membutuhkan penguatan produksi dan rantai pasok. Nagari dengan potensi wisata memerlukan investasi infrastruktur dan ekonomi kreatif. Sementara nagari yang memiliki produk kerajinan membutuhkan teknologi, pembiayaan, dan akses pemasaran.

Karena itu, kolaborasi pemerintah kabupaten, wali nagari, perguruan tinggi, BRIN, BAZNAS, pelaku usaha, dan diaspora perlu dibangun dengan pembagian peran yang terukur.

Program ini juga perlu mempunyai indikator keberhasilan yang jelas: berapa keluarga miskin yang meningkat pendapatannya, berapa UMKM berkembang, berapa tenaga kerja terserap, berapa investasi produktif masuk, dan berapa usaha nagari mampu bertahan.

Pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala agar bantuan awal tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Membangun martabat melalui kemandirian

Gagasan Irman Gusman tentang pengentasan kemiskinan berbasis nagari membuka kesempatan untuk membangun model ekonomi yang bertumpu pada kekuatan masyarakat sendiri.

Bantuan Rp100 juta hanyalah pemantik. Keberhasilan sesungguhnya terletak pada kemampuan nagari mengelola potensi, membangun kepercayaan investor, memperkuat BUMNagari, dan menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat miskin.

Sudah saatnya sinergi rantau dan ranah tidak hanya menjadi romantisme kebudayaan, tetapi diwujudkan dalam kemitraan investasi yang produktif.

Editor : Editor
Banner Ultah Golkar 20
Bagikan

Berita Terkait
Terkini