"Demam dan Ironi" Pariwisata

Foto "Demam dan Ironi" Pariwisata
Foto "Demam dan Ironi" Pariwisata

5. Siapkan infrastruktur penunjang, baik itu fisik maupun non fisikKebanyakan kekeliruan di dalam pengembangan destinasi yang saya temukan adalah keinginan untuk mengembankan destinasi sebanyak mungkin dan merasa semua baik untuk dikembangkan tanpa memperhatikan aspek aspek yang diuraikan diatas. Dengan anggaran yang terbatas, akibatnya adalah tidak memberikan hasil yang maksimal. Karena itu tentukan destinasi utama dan kembangkan maksimal sehingga menjadi "traffic puller" dengan sendirinya akan tercipta destinasi destinasi pendukung.

Selain dari destinasi, aspek lain yang sangat penting adalah pembentukan infrastuktur pendukung non fisik. Dalam pengembangan industri pariwisata yang terencana dengan baik, diperlukan pembentukan organisasi penunjang yang bekerja secara konsisten dan memiliki Key Performance Indikator yang jelas dan terukur. Infrastruktur non fisik yang diperlukan antara lain1. Organisasi pengelola destinasi

2. Badan promosi pariwisata3. Agent Perjalanan yang profesional

4. Dinas Pariwisata yang memiliki target yang jelas.Sebagian besar daerah tidak memiliki ini.

Hal berikutnya yang sangat penting adalah penentuan target pasar. Sebagian besar pengembangan pariwisata tidak menentukan target pasar dengan baik, akibatnya banyak aktifitas yang dilakukan tidak memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan tingkat kunjungan. Beberapa cara yang dapat dilakukan didalam menentukan target pasar adalah:1. Aksesabilitas, kemudahan dan ketersediaan akses dari target pasar ke destinasi

2. Jarak tempuh dari target pasar ke destinasi ( akan berpengaruh kepada harga produk pariwisata )3. kesamaan budaya target pasar dengan konsep destinasi yang dikembangkan (family, halal, culture dll)

4. Kesesuain potensi pasar dengan jenis wisata yang dikembangkan ( mass tourism, special interest tourism, MICE Tourism)Dengan pemahaman yang baik tentang target pasar yang ingin kita masuki, maka dengan mudah kita dapat mendesian program marketing dan sales serta menentukan "chanel" komunikasi yang akan dipilih untuk menjual produk yang kita miliki. Tentu saja bisa dilakukan dalam bentuk "above the line, below the line atau trough the line" aktifitas marketing dengan sasaran yang tepat. Banyak contoh contoh kesalahan didalam menentukan target dan membuat aktifitas marketing, berikut contoh contoh ( bukan kejadian yang sebenarnya )proses yang keliru;

1. Mempromosikan wisata surfing di malaysia dengan cara "above the line" atau mempergunakan iklan media masa. Kesalahanya adalah;a. surfing adalah wisata minat khusus, untuk minat khusus model komunikasi yang tepat adalah direct marketing communication atau targeted marketing communication dengan menyasar kelompok yang memang memiliki minat, ini lebih kepada BTL (below the line).

b. Malaysia bukanlah pasar yang tepat untuk surving, karena surving bukan budaya di malaysia2. Mempromosikan Raja Ampat di Malaysia, kesalahan dan ketidakefektifanya adalah

a. Raja ampat adalah wisata minat khusus dengan akses yang tidak mudah dari malaysiab. Harga produk yang sangat mahal menyebabkan pasar memiliki opsi yang beragam katakanlah harga paket malaysia raja ampat diatas 15 juta, dengan harga tersebut wisatawan malaysia punya banyak pilihan, bisa eropa, jepang dll. karena itu diperlukan market mapping sebagaimana diuraikan diatas

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner JPS - Bola
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini