Geopark Silokek Cantik Sayang Sungainya Tercemar

oleh -126 views
Ketua Umum FAJI Sumbar.M.Zuhrizul bertemu Kapolda.bicarakan kejuaraan arung jeram dunia di Geopark Nasional.Silokek Sijunjung, Selasa 10/9 (foto: dok)

Padang,—Ketua Unum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar Muhammad Zuhrizul terus berkampanye untuk menarik perhatian stakeholder untuk sikat ilegal mining.

Hari ini, Zuhrizul bertemu dengan Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal, dia menceritakan soal kejuaraan arung jeram internasional di Georpark Silokek.

“Track-nya bagus view sungainya cantik, tapi sayang Pak Kapolda airnya tercemar ulah tambang liar di hulu sungai itu, akibatkan air keruh kecoklatan,”ujar Zuhrizul, Selasa 10/9 di Ruang Kerja Kapolda Sumbar.

Pada dialog dengan Kapolda Sumbar, Zuhrizul baru tahu kalau jenderal bintang dua, kini bergelar Kapolda Ninik Mamak Ranah Minang sangat paham potensi pariwisata Sumbar.

“Baliau sangat respon atas paparan saya tentang Silokek, bahkan Kapolda tahu sangat Sumbar punya potensi wisata luar biasa,”ujar Zuhrizul menceritakan audiensinya dengan Irjen Fakhriza kepada awak media di Padang.

Bahkan Kapolda mengapresiasi anak-anak muda di FAJI yang berani menjadi tuan rumah kejuaraan dunia.

“Beliau Perwira Polri yang sangat supel dan low profile terutama mengayomi kegiatan anak muda di Sumbar. Tentang sungai mengalir di Silokek menjadi lokasi arung jeram, Kapolda bersedia lakukan penertiban. Untuk lancarnya kegiatan dunia arung jeram, Pak Fakhrizal pun siap kerahkan anggota untuk mengamankan,”ujar Zuhrizul.

Bahkan FAJI kata Zuhrizul akan berusaha edukasi masyarakat karena menyangkut masalah ekonomi akan menggiatkan pariwisata di daerah tersebut.

“Kita akan edukasi masyarakat bahwa tidak tambang saja berikan penghasilan, potensi Silokek tinggal menunggu waktu mendunia dan itu tidak rupiah tapi dolar amerika nilainya,”ujar Zuhrizul.

Selain itu FAJI bersama elemen penyelemat lingkungan siap bahu membahu bersama aparat penegak hukum untuk bertindak tegas pada oknum pengusaha illegal.

“Mereka hanya fikirkan keuntungan pribadi dan tidak peduli kerusakan sungai yang menjadi sumber kehidupan dan berdampak luas,”ujar Zuhrizul. (rilis: love-silokek)