Hindari Stress Ayo Masa Pandemi Perbaiki Kualitas Ibadah Kepada Allah SWT

oleh -135 views
Adrian Toaik serius menyimak hala bi halal virtua Alumni SMA Negeri 2 Padang, Sabtu 13/6 (foto: dok)

Padang,—-Dua dokter bagi tips alias sharing hadapin pandemi coronavirus, Benny Sana Putra dan Yulia Marina saat Halal bi Halal virtual Alumni SMA 2 Padang angkatan 1992

dr Yulia mengatakan hindari stres dengan menjadikan wabah ini ajang meningkatkan kualitas kita kepada Allah SWT.

”Masa PSBB dan di rumah aja memang sebuah momen penting untuk kita lebih meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, sholatnya, dzikirnya dan baca Alquran kita harus lebih sempurna saat di rumah aja menghindari terpapar Covid-19,”ujar dr Yulia.

Meski saat ini new normal yang menurut pandangan dr Yulia adalah pemaksaan untuk hidup di tengah pandemi masih terjadi dan belum ada obat ditemukan lawna Covid-19 ini.

”Tapi mau bagaimana lagi ketika  new normal dibuka meski masih keadaan pandemi, tentu kita  mau sehat harus mulai di diri kita, phisycal distancing, pakai masker dan jauh kerumunan orang dan cuci tangan harus selalu ada kapan dan di mana saja kita berada. Pastinya harus mengkonsumsi protein dan viramin yang memacu imun kota kuat,””ujar Yulia.

Sementara dr Benny Sana Putra mengatakan anak-anak menjadi tanggung jawab ayah bunda untuk menjaganya dari Covid—19.

”Ajari anak anak kita dengan protokol kesehatan lewat cara yang pas dan tidak lepas dari bimbingan orang tua, lalu ayah bunda  selalu sabar menjga buah hatinya,”ujar Benny.

Lalu menghadapi school at home menurut dr Benny adalah bagian terpenting peran orang tua, selama ini ayah bunda tahu sekolah aja tempatnya belajar buah hatinya.

”Tapi saat pandemi kemarin peran ayah bunda penting menjadi guru offline di samping guru onlinenya,”ujar Benny.

Selain ada dua dokter sharing bagaimana sehat dan tangguh hadapi covid-19. Halal bi Halal Virtual Smandu92 digagas Ben Ariza Asril Ketua IKASMA 1992 dengan host Heni Eka, dinimbrungi tiga alumni yang lagi berada di Luar Negeri, sepeti Ahmad Daryanto di Ingrris dan Ucok Alek di Jepang serta  Yannavia Arief dan Ferry  Iswandi di Belanda.

“Allhamdulillah lapeh rindu kampuang maliek kawan Smandu, baa kaba kawan semua sehat kan, Jepang kenan Covid-19 juga tapi tak separah Indonesia, saat ini aktifitas normal sudah berlangsung di Jepang,”ujar Alex Ucok.

Sedangkan Ahmad Daryanto di Inggris mengakui bahwa negara tempat dia merantau jadi kedua tertinggi tingkat kematian.

”Saat ini masih lockdown sudah tiga bulan, aktifitas hanya untuk hal penting dan sangat terbatas sekali,”ujar Ahmad.

Adalagi Fery Iswandi di Belanda mengatakan  negara eropah anak-anak tidak jadi usia rentan terpapar, beda dengan Indonesia seperti anomali.

”Di Belanda sudah buka sekolah karena anak-anak tidak menjadi target penularan Covid-19, ada sekolah lockdown kemarin itu karena  gurunya positif Covid-19,”ujarnya.(rilis: panjbd)