Jurnalis Telivisi Rentan Terpapar Covid-19, Ini Warning IJTI Sumbar

oleh -113 views
Wabah Corona jurnalis televisi rentan terpapar, Sekretaris IJTI Nofal Wiska sampaikan himbauan organisasi profesinya, Senin 23/3 (foto: dok)

Padang,—-Sebaran Covid-19 memang belum sampai ke Sumbar. Tetapi bukan tidak mungkin, besok atau lusa, Sumbar ikut terpapar virus. Jurnalis satu dari sedikit profesi yang menjadi garda terdepan dalam menghempang ganasnya Covid-19, apalagi jurnalis televisi.

Dalam proses pencarian berita, jurnalis berinteraksi dengan hampir seluruh lapisan. Tidak ada yang bisa menjamin, dalam setiap interaksi itu, mereka terbebas dari Covid 19.

“Meminta kawan-kawan untuk tetap tinggal di rumah, tentu bukanlah hal yang pas, karena sebagian besar wartawan di daerah, terutama jurnalis televisi, bukanlah karyawan. Pendapatan mereka selama ini mengandalkan honor dari setiap berita yang tayang di layar stasiun televisi masing-masing,”ujar Sekretaris IJTI Sumbar Nofal Wiska, pada pres rilis Senin 23/3.

Dan untuk menjaga keamanan dan keselamatan kawan kawan jurnalis TV maka IJTI Sumbar menerbitkan himbauan ditanda tangani Ketua IJTI Sumbar Jhon Nedi Kambang dan Sekretaris Nofal Wiska. Berikut himbauan IJTI Sumbar:

1. Dalam beraktivitas, para pekerja televisi dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tetap berpedoman pada protokol keselamatan.

2. Pemilik media diharapkan membekali jurnalisnya dengan peralatan yang memadai, guna menghindari terpapar virus.

3. Saat wawancara, perhatikan jarak dengan narasumber. Hal ini untuk melindungi jurnalis sekaligus narasumber dari penyebaran corona.

4. Selalu membawa hand sanitizer atau sabun ketika beraktivitas.

5. Kepada pihak-pihak yang terkait dan berhubungan dengan jurnalis, bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi. Misalnya, dengan melakukan teleconference, atau secara mandiri merekam sendiri dengan telpon genggam, baik audio maupun video, lalu membagikannya kepada awak media.

6. Untuk stasiun televisi lokal, dialog atau talkshow diharapkan tidak mengundang banyak orang. Saat wawancara di studio, pengarah program harus menerapkan social distancing.

“Tidak ada berita seharga nyawa. Apapun alasannya, keselamatan jauh lebih penting dari sebuah berita. Tidak ada gunanya berita bagus, kalau kita tak selamat,”(rilis: ijtisb)