Jalan Tol dan Jalan Mufakat di Ranah Minang

Foto Ibnu Sectio Caisaria, S.IP, M.I.Kom

Yang mereka harapkan adalah cara yang lebih arif dalam menghadirkan pembangunan.

Jangan sampai yang berkembang di tengah masyarakat adalah kalimat, "Kami tidak menolak jalan tol, kami menolak caranya."

Filosofi Minangkabau telah lama mengajarkan bahwa keputusan terbaik lahir dari musyawarah.

"Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mupakat."

Apabila mufakat telah tercapai di balai adat, proses pembebasan lahan akan jauh lebih mudah karena masyarakat Minangkabau sangat menghormati keputusan bersama.

Sebaliknya, apabila musyawarah diabaikan, bukan hanya pembangunan yang berpotensi terhambat, tetapi juga meninggalkan luka sosial yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Musyawarah mufakat terkait tanah ulayat bukanlah penghambat pembangunan. Justru itulah pondasi paling kokoh agar pembangunan Jalan Tol Sicincin - Bukittinggi segera menjadi kenyataan. Semoga. (***)

Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Opini lainnya
Terkini