Dalam "Paradise Lost," Milton mengisahkan pemberontakan Setan, pengusiran Adam dan Hawa dari surga, serta peran Yesus Kristus sebagai penyelamat umat manusia.
Berbeda dengan tokoh heroik dalam epik klasik yang digerakkan oleh kesombongan dan amarah, Milton menekankan kepahlawanan dalam bentuk kasih yang rela berkorban.
Gaya puitisnya yang agung, penggunaan simile epik, serta struktur naratif yang kompleks membuat "Paradise Lost" menjadi mahakarya yang terus dipelajari dan dikagumi hingga kini.


