Respon Cepat Sang Pemimpin Negeri

oleh
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno begitu turun dari pesawat langsung meninjau kerusakan jembatan akibat bencana banjir Jumat kemarin, terlihat Irwan bersama OPD dan Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi bicarakan penanganan jembatan yang ambruk di Lubuk Kilangan, Sabtu 3/11 (foto: humas-sumbar)

Padang,—Jumat kemarin kota Padang dilanda banjir dan longsor, enam dari 11 kecamatan terpapar bencana akibat curah hujan di hulu yang tinggi.

600 unit rumah terendam dan terpaksa mengungsi ke Gor Semen Padang, dua jembatan hanyut satu jembatan putus.

Begitu besar dampak bencana Jumat kemarin membuat Gubernur Sumbar, sang pemimpin negeri, Irwan Prayitno tidak menunggu lama untuk hadir di tengah masyarakat di lokasi bencana.

Sesaat mendarat di BIM Padang Pariaman habis tugas dari Jakarta, Sabtu sore 3/11, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kadis PU Fathol Bari, Kadis PSDA Rifda Suriani, Kalaksa Penanggulangan Bencana Sumbar Rahman dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sumbar Jasman Rizal langsung menuju lokasi ambruknya jembatan yang tengah dibangun di Batang Arau Lubuak Sariak Nagari Lubuak Kilangan Kota Padang.

Setelah meninjau lokasi bencana, Irwan Prayitno langsung menginstruksikan SKPD terkait dari Pemprov Sumbar untuk melakukan segala sesuatu yang dianggap perlu. Baik perbaikan infrastruktur maupun kebutuhan masyarakat sekitar terdampak banjir.

Irwan Prayitno juga kembali mengingatkan bahwa pemerintah daerah kabupaten dan kota agar rutin minimal sekali enam bulan mencek kondisi hulu sungai. Bukan hanya untuk kota Padang, namun juga daerah yang punya sungai dan potensial banjir

“Saya berulangkali katakan, kiranya Bupati dan Walikota minimal sekali 6 bulan cek hulu sungai. Karena di hulu sungai saat tidak musim hujan terjadi penumpukkan material kayu. Saat hujan turun terjadi pengumpulan air di material kayu. Begitu debit air sudah penuh, akhirnya air mengucur deras. Inilah penyebab banjir bandang yang membahayakan apapun yang ada di hilir sungai. Kalau dicek, kan bisa hulu sungai dibersihkan dari material, walaupun hujan lebat, Insya Allah tidak akan membahayakan masyarakat karena arus sungai tidak terlalu banyak membawa material kayu-kayuan.”ujar Irwan Prayitno.

Lebih lanjut Irwan menegaskan “Dengan mengecek rutin ke hulu sungai, juga akan mengetahui apakah ada illegal logging atau illegal meaning. Ini yang perlu diwaspadai sebagai penyebab rendahnya serapan air dan banyaknya material kayu-kayuan di hulu sungai,”ujar Irwan.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Komisaris Semen Padang Khairul Jasmi (KJ) yang didampingi Humas SP Anita. KJ atas nama Semen Padang berjanji segera memperbaiki jembatan gantung yang putus itu mulai besok (Minggu 4/11). Sementara BNI juga mengucurkan dana Rp50 juta untuk masyarakat sekitar yang terdampak banjir.

KJ Inisiasi Badoncek Nasbung

Khairul Jasmi (KJ) semalam juga meniinisiaai badoncek nasi bungkus di WhatsApp Group TOP100, nasi bungkus dimaksudkan untuk dibagikan kepada warga yang mengungsi di Gor Semen Padang karena rumahnya terendam.

Allhamdulillah dalan waktu kurang satu jam, KJ mampu mengumpulkan nasi bungkus dan langsung membagikan ke warga. Bahkan Aktifis Perlindungan Perempuan yang juga warga group TOP100, Edriana SH MA langsung mengirinkan donasi untuk merespon badoncek diinisiasi Khairul Jasmi itu.

Tak hanya Edriana, pada list badoncek TOP100 juga ikut Komisaris BRI Andrinof Chaniago, Guru Besar Unand Prof Elfindri, Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar, Pengamat Pariwisata Unand Sari Lenggogeni dan banyak warga TOP100 lainnya.(rilis: humas-sumbar/own)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *