Oleh: Rahmadani Shadira PutriMahasiswa KKN PPM Universitas Andalas
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menyimpulkan bahwa Kata Sapaan Dalam Bahasa Batak Mandailing merupakan bahasa yang sangat penting dalam lingkungan masyarakat batak, baik itu batak toba, batak pak-pak, simalungun, dan sebagainya.
Dalam pemakaiannya, kita harus tahu menggunakan kata sapaan tersebut kapan dan di mana kita menggunakannya. Metode penelitian yang digunakan ialah Metode Agih yaitu memadankan suatu objek yang berasal dari bahasa itu sendiri.Dapat disimpulkan bahwa kata sapaan dalam bahasa batak mandailing merupakan bahasa yang sudah jauh berbeda dengan bahasa batak lainnya, dimana Batak Mandailing ini tidak kental terhadap intonasi tekanan dalam pengucapan katanya.
Bentuk sapaan batak mandailing terdiri dari (1) kata ganti ho, hamu, (2) nama diri, (3) gelar, dan (4) istilah kekerabatan. Sapaan bahasa Batak Mandailing di Pasaman Barat sehari-hari terdapat dalam (1) lingkungan keluarga, dan (2) lingkungan kerabat sekitar.KATA KUNCI: kata sapaan bahasa batak mandailing, bahasa batak mandailing, lingkungan batak mandailing.
A. PENDAHULUANBahasa daerah merupakan sarana komunikasi intra daerah yang wajib dipertahankan. Bahasa daerah juga menjadi sebuah penanda atau pengenal seorang individu terhadap keasliannya.
Bahasa batak mandailing dominan terdapat di provinsi Sumatra Utara bagian selatan, Sumatra Barat dan Riau bagian utara. Bahasa Mandailing Julu dan Mandailing Godang dengan pengucapan yang lebih lembut dari bahasa Batak Angkola, bahkan dari bahasa Batak Toba. Mayoritas penggunaannya di daerah Kabupaten Mandailing Natal pada umumnya. Di Pasaman, Sumatra Barat dan Rokan Hulu, Riau, bahasa Mandailing mempunyai logat dan kosa kata khas sendiri.Dalam tutur sapa, penggunaan kata sapaan yang tepat sangat diperlukan. Kata sapaan merujuk pada kata atau ungkapan yang dipakai untuk menyebut dan memanggil para pelaku dalam suatu peristiwa bahasa. Dalam kata sapan, pelaku terbagi menjadi tiga yakni: (1) pembicara, (2) orang yang diajak berbicara atau orang kedua, yang menjadi lawan bicara, dan (3) orang yang disebutkan dalam pembicaraan.Dalam bahasa Batak Mandailing kata sapaan itu bagian dari adat. Jadi, setiap sebutan, panggilan dalam kata sapaan, harus digunakan pada waktu dan konteks yang sebaik mungkin dan tepat. Kesalahan penggunaan kata sapaan menjadi sebuah penilaian yang menentukan tuturan dan hubungan bermasyarakat.Oleh karena itu, kata sapaan dalam bahasa batak sangat perlu diketahui oleh masayarakat luas karena ini merupakan warisan dari budaya Batak. Hal ini yang membuat penulis tertarik dan memilih judul “Kata Sapaan Dalam Bahasa Batak Di Paman Barat”.
Manfaat dari penelitian ini terbagi atas manfaat teoritis dan praktis. Manfaat toritis yaitu untuk menambah ilmu penelitian dibidang bahasa khususnya kata sapaan bahasa Batak Mandailing. Manfaat praktisnya yaitu; (1) bagi pembaca, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang kata sapaan dalam bahasa Batak Mandailing di Pasaman Barat. (2) bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperluas penelitian dengan tema yang sama.B. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Moleong mengatakan bahwa penelitian kualitatif sebagai Prosedur Penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis ataupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Metode ini juga disebut sebagai metode Agih yaitu memadankan suatu objek yang berasal dari bahasa itu sendiri.Penelitian ini berlatar di Ujung Gading. Alasan peneliti memilih lokasi ini karena daerah dengan lokasi serta masyarakatnya sudah dikenal oleh peneliti sendiri, sehingga segala sumber data yang dibutuhkan akan lebih mudah diperoleh, mengingat kondisi pandemi saat ini tidak memungkinkan untuk meneliti ke daerah yang sedikit jauh untuk penelitian singkat ini. Objek penelitian ini adalah Bahasa Mandailing yang digunakan oleh masyarakat di Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan yang menjadi fokus Penelitian adalah kata sapaan, berdasarkan lingkungan keluarga dan lingkungan kerabat sekitar.
C. HASIL DAN PEMBAHASANPenggunaan kata sapaan dipakai dalam sistem sapaan. Selain itu juga keberagaman sapaan yang digunakan dapat disebut sebagai penanda kebebasan bagi penyapa untuk memilih sapaan yang sesuai dan lazim digunakan oleh masyarakat setempat.
Editor : Adrian Tuswandi, SH