Biopestisida nabati dan MOL ini memiliki berbagai keunggulan:
Mengendalikan hama tanaman tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Meningkatkan populasi mikroba baik di tanah, memperbaiki kesuburan.
Memanfaatkan limbah tongkol jagung agar tidak mencemari lingkungan.
Menghemat biaya pertanian dengan mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia.
“Kami senang bisa membuat pestisida alami sendiri. Selain murah, tidak berbau menyengat, dan tanaman jadi lebih sehat,” ujar salah satu petani yang mengikuti pelatihan.
Dukungan Penuh dari Masyarakat dan Perangkat NagariProgram ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah nagari. Wali Nagari Campago mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya konkret mahasiswa KKN dalam mencetak desa yang kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan.
“Harapan kami, setelah KKN berakhir, masyarakat tetap melanjutkan pembuatan biopestisida dan MOL ini. Jika bisa berkelanjutan, Campago bisa menjadi contoh desa pertanian ramah lingkungan,” tambah Laila menutup kegiatan.
Dengan inovasi ini, tongkol jagung yang dulunya dianggap limbah kini menjelma menjadi pelindung alami tanaman sekaligus penggerak pertanian berkelanjutan.(**)
Editor : MS
