Satu Tahun Mahyeldi-Vasko, Nasehat Publik Dony Oskaria Agar Sumbar Tak Miskin

Tokoh perantau Minang sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pandangan terkait kondisi ekonomi dan sosial Sumatera Barat saat kunjungan ke PT Semen Padang, Jumat (20/2/2026). (Foto: Ist)
Tokoh perantau Minang sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pandangan terkait kondisi ekonomi dan sosial Sumatera Barat saat kunjungan ke PT Semen Padang, Jumat (20/2/2026). (Foto: Ist)

Oleh: Labai Korok

Media Republika merilis judul berita Dony Oskaria, Sumbar Bisa Jatuh Miskin Jika tak Diurus dengan Baik, menurut Penulis ungkapan itu sebagai peringatan bagi pejabat, Kepala Daerah Sumatra Barat yang hari ini diamankan posisi.

Kesimpulan itu, menurut Penulis diambil dari semakin rendahnya pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dari tahun ke tahun, dari Gubernur yang satu ke Gubernur Sumbar yang lain.

Sumbar ditikam pertumbuhan ekonomi yang rendah 3,3 persen. Sementara inflasi tinggi 6 persen. Ini, besar pasak dari tiang. “Salah satu obatnya, membangun industri, sebab keadaan sudah buruk, pengeluaran dua kali lipat pendapatan,” kata tokoh perantau Minang, Dony Oskaria, di Semen Padang, Jumat (20/2/2026).

COO Danantara itu menyebut, dia selalu mengingatkan pemimpin di Sumbar memikirkan pertumbuhan ekonomi. “Bayangkan PDRB Jambi tinggi dari Sumbar,”.

Artinya, menurut dia, pendapatan tiap orang di Jambi lebih tinggi dari orang Sumbar. Angka menunjukkan. Per kapita Sumbar, Rp 54,33 juta sedang Jambi 79,8 juta/ orang.

Menurut Penulis ungkapan DO kemarin itu sudah mewakili kecemasan tokoh-tokoh Sumatra Barat yang tidak mendapat tempat untuk memberi masukan dan pemikiran pada Kepala Daerah Sumatra Barat yang seolah-olah sudah bisa menyelesaikan nagari ini dengan video kontennya.

Namun ternyata realita lapangan sangat menghawatirkan, ungkapan Dony Oskaria tidak saja bicara pertumbuhan ekonomi Sumbar yang turut tiap tahun, namun fenomena sosial pun disampakan kekhawatiran seperti kasus narkoba dan LGBT menakutkan karena sudah jadi keseharian di Sumbar.

Belum lagi kebersihan sanitasi terburuk kedua di Indonesia di atas Papua. Narkoba merayap sampai ke desa-desa. LGBT memulas di Sumbar.“Ini kegalauan saya yang lama sekali saya tahan, Sumbar perlu perbaikan serius,”kata Dony Oskaria anak Tanjung Alam ini.

Di momen satu tahun masa jabatannya Mahyeldi-Vasko, sudah seharusnya sekelas Dony Oskaria memberikan kritikan, karena orang Minang tahu baik yang dikampung maupun yang dirantau bahwa yang memasangkan Mahyeldi dengan Vasko tersebut Dony Oskaria,

Editor : Editor
Banner Ultah Danantara
Bagikan

Berita Terkait
Terkini