Dalam kesempatan tersebut, Djamari sempat menyapa peserta yang berasal dari Sumatera Barat sebelum menyampaikan pengalamannya.
“Ada orang Padang? Angkat tangan, orang Minang? Coba berdiri. Oke terima kasih,” kata Djamari saat memulai pemaparannya.
Ia kemudian menceritakan pengalaman ketika didatangi seorang ketua adat yang menawarkan dirinya untuk diangkat sebagai datuak setelah ia menjabat sebagai Menko Polkam.
Menurut Djamari, tawaran tersebut datang secara tiba-tiba meskipun sebelumnya mereka tidak pernah saling mengenal.
“Tidak ada angin, tidak ada hujan, tahu-tahu datang begitu. Sebelum-sebelumnya mereka tidak kenal saya. Celakanya begitu, tidak kenal,” ujar Djamari.
Ia pun mempertanyakan mengapa dirinya baru dianggap sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau setelah menjabat sebagai pejabat negara.“Begitu jadi Menko Polkam, oh saya jadi orang Minang. Baru sekarang toh? Sekarang saya bilang?” kata Djamari.
Ia menegaskan bahwa identitas Minangkabau telah melekat sejak lama dalam dirinya.
“Saya orang Minang dari dulu. Saya pasang nama Chaniago sejak taruna saya pasang. Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Djamari juga menyinggung kasus mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa, yang pernah diberi gelar datuak sebelum akhirnya tersandung perkara narkoba.
Editor : Editor