
Selain membahas banjir dan infrastruktur, reses DPRD Padang juga dimanfaatkan untuk meninjau realisasi bantuan hibah masyarakat. Wakil Ketua DPRD Padang, Osman Ayub, saat reses di Masjid Raya Pasa Gadang, menghadiri kegiatan gotong royong renovasi Pondok Tahfiz.
Dalam kesempatan itu, pengurus masjid kembali mengusulkan bantuan pembangunan atap kanopi menuju lantai dua masjid. Osman Ayub meminta proposal segera diajukan agar dapat diperjuangkan melalui pokok pikiran DPRD pada APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027.
“Ini bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses benar-benar ditindaklanjuti,” ujar Osman Ayub.
Ia juga menyebut pembangunan Pondok Tahfiz sejalan dengan program Smart Surau Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda Islami.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Padang, Jupri, saat reses di Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, menerima banyak keluhan warga terkait jalan rusak, drainase tersumbat, dan lampu penerangan jalan umum yang mati.
Warga meminta pemerintah segera memperbaiki jalan berlubang karena membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan. Selain itu, warga juga berharap penerangan jalan umum segera diaktifkan kembali demi keamanan lingkungan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Jupri memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD dan koordinasi dengan pemerintah daerah.“Kami akan memperjuangkan aspirasi yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkap Jupri.
Reses DPRD Padang 2026 kini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung. Aspirasi yang terkumpul nantinya akan dibahas dalam rapat paripurna DPRD dan menjadi pokok pikiran DPRD untuk ditindaklanjuti Pemerintah Kota Padang. (/adv)
Editor : Editor