Sebab ketika masyarakat merasa perlu menyusun "menteri-menteri" versi mereka sendiri hanya untuk mengawasi para menteri yang sesungguhnya, sesungguhnya yang sedang dipertanyakan bukan legitimasi pemerintah.
Yang sedang dipertanyakan adalah kualitas pengawasan terhadap pemerintah.
Ironinya terasa begitu pekat.
Negara memiliki ribuan pegawai pengawas.
Masyarakat justru merasa perlu menjadi pengawas sukarela.
Negara memiliki anggaran triliunan rupiah.Mereka hanya bermodal data, riset, argumentasi, dan kegelisahan.
Negara memiliki kekuasaan.
Mereka hanya memiliki nalar.
Namun sejarah berulang kali menunjukkan bahwa kekuasaan sering kalah bukan oleh senjata, melainkan oleh gagasan yang terus menolak diam.
Editor : Editor
