"Kendala mengingat pencarian di seputaran Gunung Anak Krakatau yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian," katanya.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan tim gabungan hingga Selasa sore telah melakukan penyisiran sampai ke Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau," ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, peralatan SAR air, medis, dan komunikasi, serta dukungan Polairud Polda Banten.
Dari unsur TNI Angkatan Laut, Komando Armada RI turut mengerahkan personel dan sarana pencarian. Posal Labuan telah bergabung dengan kapal Basarnas dalam operasi SAR, sementara Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer disiapkan untuk memperkuat penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda.Kapolda Banten Irjen Pol Hengki sebelumnya menyatakan pencarian dilakukan secara terpadu oleh Basarnas, Polairud, TNI AL, dan instansi terkait lainnya. Namun, gelombang tinggi serta keterbatasan jarak pandang menjadi tantangan dalam proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai keberadaan rombongan jurnalis tersebut. ANTARA mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu perkembangan resmi dari otoritas yang berwenang. (***)
Editor : Editor