Thanks, John Herdman: Garuda Juara, Suporter Saatnya Naik Kelas

Dr. Ramadhan Pohan, MIS, (Wartawan, Manajer Timnas Senior PSSI 2012, Mantan Pimpinan Komisi I DPR-RI). (Foto: Ist)
Dr. Ramadhan Pohan, MIS, (Wartawan, Manajer Timnas Senior PSSI 2012, Mantan Pimpinan Komisi I DPR-RI). (Foto: Ist)

Sosiolog Richard Giulianotti dari University of Aberdeen, Skotlandia, pada 2002 membedakan empat identitas penonton: supporters (pendukung), followers (pengikut), fans (penggemar), dan flâneurs (penikmat yang berpindah perhatian). Kerangkanya menyilangkan keterikatan emosional dengan hubungan tradisional atau konsumtif terhadap sepak bola klub. Pendukung berakar kuat pada komunitas; pengikut mengikuti klub dan tokoh sepak bola; penggemar memiliki kedekatan dengan klub atau idola melalui budaya konsumsi; penikmat lebih cair dalam memilih tontonan. Ini bukan tangga peringkat moral, yaa.

Menurut pembacaan saya, publik Indonesia memperlihatkan campuran itu: ada kesetiaan kepada Garuda, ada keterikatan kepada pemain atau pelatih, serta ada pula kegemaran mengikuti tontonan sepak bola. Belum ada dasar penelitian di sini untuk memasukkan semuanya ke satu tipe. Pendapat saya sederhana: mencintai Timnas berarti tetap mendukung ketika kalah dan tetap mengakui jasa orang yang membangunnya. Jadi, kita boleh kecewa, tetapi jangan menjadikan kemenangan satu-satunya alasan untuk menghormati manusia, dalam hal ini pelatih atau siapa saja. Presiden FIFA Gianni Infantino pernah mengingatkan: Ujaran kebencian tidak mempunyai tempat dalam sepak bola ataupun masyarakat. Kritik taktik tetap perlu, penghinaan pribadi harus berhenti.

Terima kasih, Herdman. Kita tetap akan menilai pekerjaanmu pada pertandingan berikutnya, tetapi trofi ini tetap tidak dipisahkan dari jasamu. Semoga Garuda terus berkembang, dan kita berkembang bersamanya. Para pemain sudah belajar mengendalikan kegelisahan di lapangan; sekarang giliran penonton mengendalikan amarah di layar teve dan medsos. Piala FIFA telah bertengger gagah di Tanah Air. Kehormatan sepak bola Indonesia berikutnya ditentukan oleh cara kita memperlakukan orang yang berjuang untuknya. Semoga! (***)

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini