Padang, - Isu kerusakan mesin kendaraan secara masif di Kota Padang setelah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax kini mendapat perhatian serius dari pihak legislatif.
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan siap memanggil jajaran manajemen Pertamina untuk meminta pertanggungjawaban serta kejelasan menyeluruh atas kerugian yang dialami masyarakat.
"Sesuai arahan pimpinan, ada rencana memanggil pihak Pertamina. Pelaksanaannya setelah kegiatan bimbingan teknis selesai," ungkap Rachmad saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (8/10/2026).
Meski saat ini dirinya dan anggota DPRD sedang mengikuti bimtek, keluhan luas dari warga tetap menjadi prioritas utama yang diawasi.
Menanggapi dugaan penyebab kerusakan, Rachmad menilai kemungkinan terbesar berkaitan dengan penurunan kualitas BBM yang beredar.
Ia menegaskan indikasi pencemaran air di tangki SPBU sangat kecil, karena pemeriksaan menggunakan pasta air telah dilakukan di seluruh SPBU dan tidak ditemukan kandungan air."Bukan masuk air, karena sudah dicek dan hasilnya negatif. Jadi perhatian kami tertuju langsung pada kualitas bahan bakarnya," jelasnya.
Situasi ini dinilai membingungkan: meski hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya air, kenyataannya banyak kendaraan tetap mengalami gangguan hingga kerusakan mesin setelah mengisi BBM di SPBU setempat.
DPRD Kota Padang berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan transparan.
Rincian langkah tindak lanjut dari Komisi II akan disampaikan secara tertulis kepada publik.
Editor : Editor