PGK Sumbar Apresiasi Kinerja Polri

oleh
PGK Sumbar dukung Kapolri sikat prostitusi di Indonesia. (foto: bert)

Padang,—Kerja cepat Polri mengungkap prostitusi online melibatkan selebritis di Jawa Timur diapresiasi Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Barat.

“Kerja Polri dibawah Kapolri pak Jenderal Tito Karnavian bentuk upaya yang serius dilakukan Kepolisian dalam pemberantasan PEKAT (penyakit masyarakat), tentu ini adalah sebuah upaya positif, yang patut kita beri apresiasi,”ujar Nopil Asrianto Ketua PGK Sumatera Barat.

Masalah protitusi ini bagi PGK adalah sebuah persoalan serius yang dihadapi dalam berbangsa dan bernegara, karena portitusi bagian dari penyakit masyarakat yang dapat merusak moral bangsa.

“Tujuan pembangunan nasisional Indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Pembangunan nasional berasaskan Pancasila, sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, oleh karena itu sudah selayaknya kalau perilaku portitusi dan pelacuran tidak ditoleransi oleh masyarakat Indonesia,”ujarnya.

Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) masalah prostitusi diatur dalam dua pasal, yaitu pasal 296 dan pasal 506 sebagai tinjauan umum dalam pemberantasan portitusi dalam aturun khusus juga disebutkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak jikalau seandainya kejahatan portitusi tersebut melibatkan anak dibawah umur.

“Maka dari itu kami dari PGK Sumbar mendukung dan mendorong Polri untuk terus menangkap dan mengungkap masalah portitusi ini dalam berbagai modus baik itu via Online maupu secara Offline. Apa pun modusnya Prostitusi ya harus kita perangi bersama.”ujar Nopil Asrianto.

Dan PGK Sumbar berharap dengan adanya penangkapan dan pengungkapan kasus protitusi ini menjadi sebuah peringatan dan memberi efek jera pada yang lainya.

“PGK Sumbar, menghimbau semua lapisan masyarakat untuk membentengi diri dari tindakan amoral tersebut dan memberikan pendidikan dan pembinaan kepada anak anak generasi muda kedepannya agar bagi anak anak muda masa depan bangsa dapat dan mampu memfilter diri dari hal hal yang merusak termasuk persoalan Portitusi ini yang akan dapat merusak moral generasi muda Indonesia.”ujarnya.(bert)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *