Tuntutan Mahasiswa Direspon DPRD Sumbar

oleh -128 views
DPRD Sumbar responsif sikapi tuntutan mahasiswa Rabu 25/9 (foto:.nov)

Padang,—Aksi unjuk rasa mahasiswa di DPRD Sumatera Barat, Rabu 25/9 mendapat respon cepat wakil rakyat.

Di bawah pengawalan Kepolisian Daerah Sumatera Barat, para pengunjuk rasa dierima pimpinan sementara Irsyad Syafar (PKS) bersama anggota lainnya Suwirpen Suib (Demokrat), Maigus Nasir, Yosrizal (PAN), Firdaus (PKB), Irwan Afriandi (Nasdem), Hidayat, Budiman, Mesra (Gerindra), Afrizal (Golkar) dan Sekretaris DPRD Raflis.

Meskipun mendapat sorakan dan hujatan demonstran, para wakil rakyat tersebut tetap setia menghadapi dan tidak terpancing emosi.

Dalam sambutannya Irsyad Syafar mengaatkan siap menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat, untuk selanjutnya mneruskan pada Presiden dan DPR-RI.

“Kita akan tampung dan lanjutkan tuntutan ini pada pihak terkait hari ini juga,”ujar Irsyad.

Ditmbahkanya, apapun aspirasi dan cara penyampaiannya, sudah menjadi kewajiban Dewan untuk menerimanya, karena bagian tugas dan funsi mereka.

Responsif DPRD Sumbar langsung direpon cepat Sekretaris dengan memerintah staaf membuat Surat pengantar DPRD 019/1160/Fas-2019, yang ditanda tangani pimpinan sementara Irsyad Syafar, ditujukan pada Presiden serta DPR-RI.

Surat pengantar yang juga melampirkan tuntutan mahasiswa berupa gagalkan Revisi UU KUHP, PKS, Koperasi serta Pertanahan, langsung dikirim melalui fax, email dan pos kilat, dengan memberikan bukti pengiriman pada demonstran.

Meskipun aspirasi demonstran sudah diterima baik perwakilan dalam ruangan, maupun langsung kelapangan dan dilanjutkan pada yang berkompeten, namun para pengunjuk rasa tetap bertahan di halaman gedung dewan sambil tetap bersorak-sorak.

Bukan hanya bersorak-sorak, sekali-kali mereka bernyanyi sambil mengejek aparat keamanan, namun aparat pun tidak terpancing.

Menyikapi aksi demo mahasiswa tersbut, Kapolresta Padang mengatakan, sudah meminta pada anggotanya untuk tidak terpancing atau memancing.

“Saya sudah perintahkan anggota untuk tidak terpancing, atau memancing ribut dengan pengunjuk rasa,”terangnya.

Ditambahkannya, aksi mahasiswa ini dalam pemberitahuan hanya 500 orang, ternyata estimasinya diperkirakan berlebih.

Menurut pantauan wartawan media ini, aksi demo melibatkan sekitar 3000 mahsiswa, dosen dan Kelompok tertentu.(nov)