Lebih lanjut, Adrian menyoroti dugaan masuknya sejumlah individu sebagai tenaga ahli Wali Kota Padang yang justru membebani APBD.
Menurutnya, hal ini berbahaya karena selain berpotensi merugikan keuangan daerah, juga dapat mengganggu jalannya pemerintahan yang ideal sesuai dengan semangat Progul Padang Amanah.
"Para tenaga ahli tersebut sudah tercatat dalam institusi keuangan Pemko Padang. Namun, tugas mereka tidak mencerminkan kolaborasi dan sinergi. Bahkan, mereka cenderung mendikte serta memerintah banyak kepala dinas. Apakah ini yang diinginkan Fadly, yang selama ini kita kenal sebagai pemimpin sejati?" ungkapnya.
Adrian juga meminta Wali Kota Fadly untuk menertibkan pola kerja tenaga ahlinya yang dinilai tidak profesional.
"Saya yakin mereka bukan ahli di bidangnya, tetapi dipilih hanya karena faktor kedekatan," katanya.
Menurut Adrian, seorang pemimpin yang gagal menegakkan transparansi akan kehilangan kepercayaan rakyat dan merusak citra mereka sendiri.
"Hati-hati dengan orang-orang di sekitar. Jangan sampai citra Bro Fadly hancur karena segelintir oknum yang justru merugikan pemerintahan," jelasnya.Adrian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawasi kebijakan yang diterapkan Fadly-Maigus.
"Jangan diam! Pantau dan awasi setiap kebijakan yang mereka ambil. Pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang diawasi rakyatnya," tegasnya.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan sebuah kota adalah pemimpin yang membuat kebijakan untuk kepentingan semua warga, bukan hanya kelompok tertentu.
Editor : MS

