Geopark di Ranah Minang TIdak Hanya Lomba Lari, Tanpa Kesiapn Geo Culture & Authentic Gastronomy

Dr. H Febby Dt Bangso Sst.Par M.Par QRGP, CFA - Ketua umum Hipparin (Himpunan Pengusaha dan peofessional Pariwisata Indonesia). (Foto: Ist)
Dr. H Febby Dt Bangso Sst.Par M.Par QRGP, CFA - Ketua umum Hipparin (Himpunan Pengusaha dan peofessional Pariwisata Indonesia). (Foto: Ist)

Di tanah yang diakui UNESCO sebagai rumah salah satu kuliner terbaik dunia,

justru makanan Nagari kalah dari snack box pabrikan.

Ketika event geopark berlangsung, yang tampak adalah:sandwich instan,mie cup,Roti lokal berbau massal,Minuman energi industrial.

Di mana randang yang lahir dari proses geologi dapur?

Di mana lamang tapai yang mencerminkan tradisi vulkanik?

Di mana pangek sasau, samba lado tanak, palai bada, gulai itiak lodo mudo?

Jawabannya pahit:

mereka tidak masuk panitia, jadi mereka tidak masuk daftar menu.

“Ketika authentic gastronomi diganti roti tawar, itu bukan sekadar pilihan logistik—itu tanda rapuhnya identitas.”

5. Masyarakat Nagari: Tuan Rumah yang Diposisikan sebagai Penonton

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini