Pihak Danantara Indonesia menyampaikan, Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan struktur yang aman dan sanitasi memadai. Pembangunannya juga dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menegaskan bahwa pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat di seluruh pihak untuk menepatinya.
BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya. (***) Editor : Editor




